Nonton, Sepatu dan tas

janji joni

hiks..tuh film malam tadi gagal di tonton. malam minggu kemarin gagal nonton itu film gara-garanya mas wawan kedatangan kawan lamanya. lalu diundur hari senin. eh hari ini, Amma bela-belain pulang awal terus siap-siap dan minta dijemput mas Ifal lebih awal. gak lama setelah bapak ini datang, Amma langsung tanya dimana mas wawan sama desi. bukannnya kita mo nonton bareng????..dan ternyata mereka gak bisa lagi..huuuuuuu

akhirnya gagal lagi acara nontonnya, terus amma sama mas Ifal memutuskan untuk shopping. kebetulan amma pengen beli sepatu, tas dan mas Ifal pun keperluan sehari-hari nya dah habis.
lalu..pergi deh Amma sama Bapak ini ke butik cantiq *beli tas sama sepatu* sesudahnya baru pergi ke supermaket. :d

Ps : pic sepatu nya nyusul yaah..hehhee..tadi dah disave..eh hilang :(

tas

TO

GUE TO

BYe…

Karena sesuatu dan lain hal, Amma memutuskan untuk tidak nge-BLOG lagi. serba salah soalnya :) . maaf kalo selama ini ada banyak salah, kata dan sikap. mungkin ini keputusan terberat yang harus amma ambil, tapi itu memang harus amma ambil untuk ketenangan hidup dan batin amma juga “dia” .

GOOD BYE….. And I dOn`t Know, When I will Come Back Again!!!!

ALWAYS KEEP IN TOUCH!!!

2 Blog

finally, amma memutuskan untuk mempunyai 2 blog. satu masih tetep di husna.or.id, satunya di blog ini. dimana blog husna.or.id niatnya mo amma khususin posting soal yang berbau dikit kehidupan, sedangkan disini daku mo bebas posting sesuka hati tanpa ada yang meng-cut.
tadi dah dikirimin template yang dibuatin mas isnaini *template yang dulu di husna.org , yang merah itu loh :) * cuma belom sempet dipasang, pusing daku ngurus ujian :( .
akh..ujian dulu aaaaaakhhhh……wish me luck yaks :D :P

Piye Tho Le??

susah dimengerti tuh apa maunya “dia”. 1 minggu yang lalu janji katanya tuh http://husna.or.id mo dibuka lagi. eh pas amma cek blom juga. terus besoknya bilang iya..nanti sore, tapi buktinya?? . terus malamnya amma ol lewat Hp and ngobrol sama “dia” ngebahas soal blog tsb. katanya lagi kalo sudah ketemu langsung. weleeeh..wes…wes.. bahkan sampe hari ini masih ada tulisan forbidden. ay ay ay omongane kok mencla mencle alias NATO (NOT ACTION TALK ONLY ).
gubraks aja tuh “cowok”. kalo caranya begini kan, dulu nggak nglepasin husna.org, tapi memakai husna.org jadi masalah besar karena itu dibeliin sama Mas Isnaini.”dia” ngerasa harga dirinya direndahin karena Amma dibelii sama cowok lain. mo beli domain sama hosting sendiri pun pada akhirnya bakalan menimbulkan masalah baru. jadi ya musti nunggu dan harus “panjang usus” ngadepin itu “cowok”. seorang kawan kemarin berkata ” sabar itu tidak terbatas ma. mungkin saat ini kamu akan terlihat bodoh dipandangan orang2 yang menilai kamu. tapi kamu akan memetik kenikmatan atas sabar yang kamu jalani saat ini. kamu baru ngerasain 1 th, lah aku 3 tahun Ma.dan sekarang kesabaranku berbuah :) ”. yah..Amma akan bersabar dengan cara Amma!!!
hehehe..sekarang mah “sak karepmu le..aku wes gak ngurus. kowe arep njengking, ngangkang, mubeng, tur muyeng-muyeng. urusen dewe. sekarang aku mo berteman sama semua orang. gak peduli kamu suka itu orang ato kagak. gak peduli itu cowok ato cewek. dan aku gak peduli juga kalo pada akhirnya temenku lebih banyak cowok dibanding cewek. selama ini aku manut, selama ini aku mengekang semua keinginanku, semua kesenanganku sendiri karena kamu tidak menyukainya. tapi kok lama lama kowe nglunjak yo le. “wes dikei ati kok isih njaluk rempelo” ay ay ay ay..kemaruk akh :P .

Kita Cerai Saja….

Saat aku dilamar suamiku, aku merasa bahwa akulah wanita yang paling beruntung di muka bumi ini. Bayangkan dari sekian juta wanita di dunia ini, aku yang dia pilih untuk jadi isterinya. Kalau aku persempit, dari sekian banyak wanita di negara ini, di propinsi ini, di kota ini, di rumah ibuku yang anak perempuannya 3, aku yang paling bungsu yang dipilih untuk jadi isterinya! Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.

Aku berusaha keras menjadi isteri yang baik, patuh pada suami, menjaga kehormatanku sebagai isterinya, menjadi ibu yang baik, membesarkan anak-anakku menjadi sholih dan sholihah. Aku memanfaatkan pernikahanku sebagai ladang amalku, sebagai tiket ke surga.
Walaupun begitu… hidup seperti halnya makanan penuh dengan bumbu. Ada bumbu yang manis, yang pahit, yang pedas, dan lain-lain. Aku juga menghadapi yang namanya ketidakcocokan atau selisih paham dengan suamiku, baik itu tidak sepaham, kurang sepaham, agak sepaham, hampir sepaham, atau apapunlah itu. Tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku mencoba berpikiran terbuka, mengakui kebenaran bila suamiku memang benar dan mengakui kesalahan bila aku memang salah. Aku mencoba bertuturkata lembut menegur kesalahan suamiku dan membantunya memperbaikinya agar ia merubah sikapnya. It’s all about compromising.

Namun apalah daya… pada akhirnya, terucap pula kata itu dari bibir suamiku “kita cerai saja!”. hanya karena sebuah masalah kecil yang tanpa sengaja menjadi besar. Saat itu seperti kudengar suara petir menggelegar di kepalaku. Arsy pun berguncang untuk ke sekian kalinya. Dan hatiku hancur berkeping-keping. Aku menjadi wanita paling pilu sedunia.
Tak ada yang kupikirkan selain… yah kita memang harus berpisah! Kuingat kembali pertengkaran-pertengkaran kami sebelumnya… Kita memang sudah nggak cocok!

(more…)